Belajar Bijak dari Buya Hamka

0
224
Spread the love
Kali ini saya akan memulai menulis dengan mengambil sebuah ketipan bijak dari salah satu maestro sastra sekaligus pahlawan nasional negeri ini yang karya-nya tak hanya menginspirasi masyarakat negeri ini namun juga menginspirasi para pemimpin negara dan ilmuwan, adalah dia Haji Malik Karim Amrullah atau yang akrab kita sapa Buya Hamka, berikut kutipan-nya.
” Anda hanya dekat dengan mereka yang anda sukai dan seringkali anda menghindari orang yang tidak anda sukai, padahal dari dia-lah anda akan mengenal sudut pandang yang baru “.

Barangkali belum ada lagi sosok seperti Buya Hamka ini sekarang yang sangat dikenal bisa bersikap apik kepada sosok-sosok yang tidak menyenangi-nya, contoh-nya kala ia berseberangan paham dengan Bapak Pramudya Ananta Toer dan yang lain-nya kala itu, namun mereka berani jujur untuk mengakui keunggulan masing-masing dan mempercayakan penanganan masalah kepada ahli-nya meski mereka adalah pihak yang saling berlawanan.

Gambar. Buya Hamka (kiri) dan Pramudya Ananta Toer (kanan)

Kalau kita ingin lebih jujur apa yang pernah diutarakan oleh Buya Hamka ini benar ada nya, kita cenderung lebih senang berada bersama orang-orang yang kita sukai dan menjauh dari orang yang kita tidak sukai entah dengan meng-unfollow, unfriend, men-delete, mem-blockĀ dan sebagai-nya.

Padahal sungguh benar, pandangan dari orang yang kita tidak sukai bisa menambah sudut pandang baru, pandangan mereka yang berseberangan bisa menjadi sarana koreksi bagi diri kita, bisa menjadi tamparan yang kelihatanya bikin panas di hati tapi sewaktu waktu justru bisa menjadi penyelamat dari kelalaian kita, jangan pernah melupakan kalau ancaman terbesar manusia adalah lalai, melalui mereka kita telah diingatkan sehingga bisa tersadar dan segera memperbaiki

Tapi kira-kira apa kita sanggup bersikap seperti mereka jika berseberangan sedikit saja langsung keluar cakar dan sigap saling cakar-cakaran entah di dunia maya ataupun nyata, kayak-nya berat banget di jalani ya šŸ¤£.

Untuk bisa menguasi level seperti itu, ilmu pertama yang harus kita pelajari adalah ilmu kebijaksanaan dengan cara lebih banyak belajar mendengar daripada berbicara, lebih banyak melihat dan ber-interaksi dengan makhluk nyata dan ditambah dengan banyak membaca.

Semoga kita terus diberi kemauan untuk tidak berhenti belajar, jika kita menolak, maka kita hanya akan memiliki masa lalu. karena masa depan hanya dimiliki oleh mereka yang mau terus belajar, sebagai penutup saya kembali mengutip nasihat Buya sebagai pengingat diri.

” Tinggalkan-lah kesenangan yang menghalangi pencapaian tujuan hidup yang kita impikan, dan berhati-hati karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan “.

*catatan kaki
Gambar dari : www.kompas.com